
Bagi seorang Entrepreneur/Netpreneur pemula, awalnya mereka berpikir apa dan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk tetap membangun usahanya, kapan usahanya harus berkembang dan bagaimana menyikapi kebutuhan
costumer-nya. Bukanlah pekerjaan mudah memang, apalagi Anda masih harus memilih antara INSTING bisnis Anda dengan LOGIKA pikiran Anda.
Who is Win?
Banyak orang mengatakan bahwa seorang entrepreneur atau pebisnis sejati
bermula dari garis keturunan di dalam keluarga mereka, sehingga insting bisnis mereka menular pada diri mereka masing-masing. Namun bagi mereka yang tidak memiliki keturunan pebisnis dalam garis keturunannya, tentu bukan merupakan hal sulit untuk mulai membangun dan mengembangkan insting bisnisnya. Inilah yang selalu kami maksud dengan persepsi bahwa
lingkungan berdampak pada seorang entrepreneur.
Bagaimana dengan Logika? Logika adalah
sebuah pemikiran yang timbul dalam pikiran seseorang. Disaat ia bergerak, spekulasi apa yang akan terjadi ke depannya
mereka pikirkan dengan cermat dan benar-benar matang, tanpa satu pun insting mereka yang bergerak. Logika adalah sebuah pemikiran yang biasa dilakukan setiap individu. Orang makan menggunakan logikanya untuk bisa menghabiskan makannanya, kami pun menulis artikel ini berkat logika pemikiran kami sendiri dan bukan insting berjalan kami yang bergerak.
Terkadang dan kemungkinan besar sekali,
insting seorang pebisnis selalu tepat (meskipun ada juga yang tidak tepat namun hanya dalam kemungkinan terkecil). Dan bagi pemikir yang menggunakan logikanya, mereka cenderung berhasil dalam membaca situasi dan spekulasi yang bakalan terjadi dalam bisnisnya. Lalu apa yang harus kita lakukan? Belajar mengembangkan insting kuat bisnis kita, ataukah mengembangkan pemikiran kuat logika kita? tanpa melihat garis keturunan dalam keluarga kita. Terlebih dahulu, Anda harus bisa mengambil kesimpulan dan mencermati hal-hal berikut ini:
- Insting berasal dari "pikiran" alam bawah sadar kita.
- Insting seseorang akan berjalan dengan sendirinya, tanpa pernah tau kapan akan muncul. Artinya insting akan berjalan pada waktu yang tiba-tiba ^_^'
- Logika dipakai saat kita berpikir, pikiran kita tersebutlah yang disebut sebagai logika.
- Insting bukannya tanpa pemikiran, tapi lebih tepatnya pemikiran yang datang secara tiba-tiba.
- Seseorang yang memiliki insting bisnis yang kuat, tetap menggunakan logika pemikirannya untuk hal-hal yang sulit diperkirakan.
- Seseorang yang memiliki logika kuat, terkadang insting mereka muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba.
Satu pemikiran terakhir: "Tak peduli apakah Anda berada dalam garis keturunan seorang pebisnis atau tidak, insting serta logika harus dapat berimbang dalam pengaplikasiannya. Mungkin saja kita paling sering menggunakan logika berpikir kita dalam setiap hal yang kita lakukan. Namun melatih menggunakan insting kita dengan mencoba beberapa spekulasi "dadakan" pada hal yang akan kita lakukan, lebih baik daripada tidak melatihnya sendiri, meskipun di awal insting kita
salah dan mengalami
kegagalan.
Jadi, INSTING dan LOGIKA dalam hal ini ini
TIDAK ADA YANG MENANG! Tidak ada mana yang harus didahulukan, kedua-duanya harus tetap
balances, harus tetap berjalan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam kehidupan serta urusan bisnis kita."
-Salam Entrepreneur-
2 comments:
terima kasih mas infonya,artikelnya benar-benar menarik,,
salam
setuju kawan. keduanya hrs tetap balance. salam kenal bro.
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!