
Bukankah sesuatu yang wajar jika banyak entrepreneur / netpreneur yang memiliki pemikiran-pemikiran "berbeda" dengan mereka yang berprofesi sebagai pekerja kantoran/karyawan? Bahkan dari perbedaan pemikiran itulah kita dapat mengetahui mana yang semestinya dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita.
Kemudian kami menyebut pemikiran-pemikiran yang berbeda itu sebagai sebuah pemikiran yang "gila", tidak masuk akal untuk dapat diterima secara rasional. Namun sekali lagi, hal tersebut masih tetap menjadi dasar yang membedakan seorang entrepreneur/netpreneur dengan seorang pekerja kantoran. Mengingat hal ini juga sering menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan, maka kami mencoba memberikan pandangan seperti apa pemikiran-pemikiran "gila" itu.
Mengapa untuk Sukses kita Harus Berpikir Gila?
Sekali lagi kami katakan, pemikiran-pemikiran "gila" berarti merupakan pemikiran yang tidak masuk akal untuk dapat diterima secara rasional atau pemikiran yang berbeda dengan pemikiran-pemikiran biasa yang paling umum sekalipun. Namun pemikiran-pemikiran "gila" ini sering menjadi dasar bagi kesuksesan para entrepreneur maupun netpreneur sejati yang telah berhasil di bidangnya masing-masing.
Bukannya mengikuti aturan yang sering berlaku, mereka justru "berlawanan" dengan aturan-aturan tersebut. Mereka tidak terlalu dikekang oleh adanya sebuah pemahaman "kuno" yang mungkin dirasa bukan solusi terbaik bagi mereka. Sedikit penjelasan berikut semoga dapat membuka pikiran Anda berkenaan pemikiran-pemikiran "gila" tersebut:
- Mereka berpikir bahwa cara mereka sendirilah yang paling benar. Bukannya tidak mencari cara yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang, justru setelah mereka mengetahuinya mereka akan membandingkannya dengan caranya sendiri dan kemudian "menambahkan" cara-cara orang lain itu ke dalam caranya sendiri.
- Mereka tidak peduli dengan perkataan orang-orang di sekelilingnya. Entah itu berupa hinaan, cacian, bahkan pujian sekalipun tidak akan diresponnya secara berlebihan.
- Seberapa banyak kegagalan yang mereka hadapi, mereka akan tetap terus berjuang dan fokus dari awal lagi untuk menemukan puncak keberhasilannya. Bukannya berhenti setelah banyak mengalami kegagalan dalam bisnisnya, mereka justru berpikir "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda."
- Mereka percaya bahwa mereka harus belajar menghadapi sebuah proses. Dimana akan dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk dapat memahami bahwa proses benar-benar sebuah "perjalanan" dalam melakukan hal apapun.
- Mereka akan belajar lebih peka lagi untuk dapat melihat situasi dan kondisi di sekitarnya. Bukan sibuk dengan ketakutan terhadap pesaingnya, mereka justru lebih menikmati segalanya dengan terus mengasah "insting" bisnisnya.
- Setiap jalan yang mereka jalani pasti dilaluinya dengan sabar. Sabar bukan berarti "pasrah" dengan hasil yang akan dicapai, tetapi berpikir sabar bahwa tidak ada jalan cepat menuju sebuah kesuksesan.
- Mereka tidak sedikit-pun ragu dengan apa yang mereka lakukan. Sekali mereka memasuki medan pertempuran, pantang bagi mereka untuk berhenti, apapun halangan dan hambatan yang akan dihadapinya.
- Bukannya takut akan melakukan hal-hal yang keliru, mereka juga justru memposisikan kebiasaan keliru tersebut sebagai proses dari kesuksesan itu sendiri.
- Tak satupun cara yang mereka lakukan dapat diterima oleh sebagian orang. Artinya, pikiran-pikiran yang mereka miliki berasal dari pikiran alam bawah sadar mereka, dan itu terkadang sangat tidak masuk akal untuk diterima secara rasional.
- Apapun hasil yang mereka terima, mereka percaya bahwa itu adalah pilihan yang Tuhan berikan kepadanya. Mereka juga yakin, bahwa semuanya akan berjalan seperti yang diharapkannya walaupun kekecewaan "sedikit" menghampirinya.
-Salam Entrepreneur-

















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!