Dewasa ini ternyata banyak orang memandang "kesalahan" dari sudut pandang yang berbeda pada profesi seorang entrepreneur maupun netpreneur. Tak menutup kemungkinan, pandangan tersebut juga mencakup dalam segala hal yang dilakukan oleh setiap orang. Dengan perkembangan yang ada pula, semakin banyak orang yang memandang "kesalahan" dari sisi POSITIF bukan dari sisi NEGATIF.Sebuah kisah nyata, di sebuah perusahaan asing yang besar di Amerika, ada seorang pimpinan yang melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Keesokan harinya, pimpinan itu mengajukan surat pengunduran diri ke atasannya. Yang dilakukan oleh atasan bukan memecat pimpinan tersebut tetapi atasannya mengatakan: "Saya sudah menyekolahkan Anda sekian mahal; dengan Anda melakukan kesalahan, masak perusahaan sudah membayar uang sekolah untuk kamu, kamu malah mau berhenti bekerja, tidak adil khan?
Dari sini terlihat bahwa sudut pandang "kesalahan" semakin lama semakin bergeser. Bukan berarti SALAH itu "Bodoh" atau "GOBLOK" atau "TOLOL" atau "DOSA", tetapi salah itu adalah hal yang biasa dan sangat positif jika kita bisa belajar dari kesalahan itu. Bukan berarti melakukan "kesalahan" itu HARUS mendapat HUKUMAN, melainkan HARUS menuai HASIL dari "kesalahan" itu sendiri.
Tahukan Anda bahwa ternyata setiap orang melakukan beribu-ribu kesalahan dalam hidupnya sejak lahir? Salah satu contoh inspirasi sukses kita seperti Thomas Alva Edison, Soichiro Honda, Walt Disney pun sukses setelah sebelumnya melakukan beribu-ribu macam kesalahan. Salah dalam belajar menulis angka dan huruf, salah karena melempar dan memecahkan barang, salah karena tidak mengerjakan PR, makan ice cream yang belepotan sehingga terkena baju, jatuh pada saat belajar naik sepeda, salah karena menjawab pertanyaan yang diajukan, mewarnai yang tidak rata atau keluar dati garis, menulis yang tidak bisa rapi, belajar naik motor tetapi menabrak pagar, memasak makanan dan hangus / terlalu asin atau terlalu manis, menyapu lantai tetapi tidak bersih dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan karena KETIDAK-MENGERTIAN dan KETIDAK-BIASAAN.
Jika berbuat salah identik dengan "orang bodoh" maka setiap orang akan disebut sebagai "orang bodoh". Berarti tidak ada orang pandai di dunia ini. Padahal kenyataannya tidak demikian bukan?
"KESALAHAN" itu Sendiri Bisa Dikualifikasi Menjadi:
- Karena ketidak-mengertian
- Karena ketidak-biasaan
- Karena kelalaian
- Karena ketololan
Tetapi jika seseorang sudah BERKALI-KALI BELAJAR DARI KESALAHAN karena ketidak-mengertian dan karena ketidak-biasaan, DAN MASIH MELAKUKAN kesalahan yang sama, apa bukan berarti itu merupakan sebuah KELALAIAN atau bisa dikatakan itu adalah sebuah KETOLOLAN? Ada sebuah cerita yang pastinya penulis dan Anda pernah tahu bahwa keledai adalah binatang yang paling tolol di dunia. Jika keledai itu pernah jatuh pada sebuah lubang, dia akan sangat mungkin untuk jatuh pada lubang yang sama dan itu terjadi berkali-kali. Hal ini semestinya tidak perlu terjadi pada diri kita semua.
Beberapa contoh mengenai "kelalaian" dan "ketololan" akan kami bahas pada artikel selanjutnya. Jadi, tetap simak terus artikel-artikel dari Cafe Entrepreneur Indonesia ini yah :)
-Salam Entrepreneur-

















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!