Artikel ini merupakan artikel lanjutan "Soichiro Honda: Pria Di Balik Legenda (1)", silahkan membacanya terlebih dahulu sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, agar Anda dapat mengetahui alur dari cerita ini.Titik Awal Type "Dream"
Setelah perang usai, Honda mengunjungi rumah temannya, Kenzaburo Inukai. Secara kebetulan, beliau menemukan sebuah mesin generator yang di design untuk sebuah radio tanpa kebel no. 6 dari mantan Angkatan Bersenjata Kekaisaran. Ketika melihatnya, Honda terinspirasi sebuah ide yang akhirnya menentukan seluruh masa depannya dan cikal bakal berdirinya Honda Motor Co. di kemudian hari. Dari mesin ini, Honda mulai menggarap sebuah prototype. Dengan bentuk mirip botol air panas model Jepang yang ditemukannya, dijadikan sebagai tangki bahan bakar. Jika sebuah alat bantu mesin disematkan, betapa akan menjadi lebih mudah semuanya. Percobaannya dilakukan berulang kali, dan dimintanya Saachi, sang istri untuk memastikan apakah seorang wanita dapat mengemudikan sepeda rancangannya. Agustus 1948, akhirnya sebuah prototype yang ia inginkan, berhasil dibuatnya dengan nama "DREAM". Sewaktu karyanya dijual, mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat. Dagangannya cepat laku hingga mendorongnya untuk membuat sepedo motor sebenarnya. Pada 24 September 1948 Soichiro Honda mendirikan Honda Motor Company, untuk memenuhi permintaan pasar.
Menggandeng Takeo Fujisawa
Meski sepeda motornya sukses, Honda ternyata terbentur masalah finansial dan terancam pailit. Ia memang seorang penemu dan mekanik yang hebat, namun tidak pandai dalam mengelola keuangan. Situasi ini yang kemudian mempertemukan dirinya dengan Takeo Fujisawa, orang yang sangat berpengaruh pada kelangsungan bisnis Honda selanjutnya. Saat itu Honda berusia 42 tahun dan Fujisawa berusia 38 tahun. Honda yang mengerjakan pembuatan dan Fujisawa yang melakukan penjualan. Dua kepribadian yang sangat kuat ini saling melengkapi dan membuat sebuah kombinasi yang sempurna. Dengan mimpi dan keinginannya untuk menjangkau dunia, dan itulah yang terjadi selanjutnya sehingga produk-produk Honda tak hanya menjadi nomor 1 di Jepang tetapi juga di dunia.
Nomor 1 di Dunia, Nomor 1 di Jepang
Beberapa kali Honda Motor Co. mengalami cobaan pada tahun-tahun berikutnya. Namun baik Honda maupun Fujisawa adalah petaruh yang sadar bahwa setiap perusahaan ada kemungkinan yang diikuti dengan resiko. Dari tahun ke tahun, Honda tidak mau berhenti hanya pada satu penemuan saja. Ia menciptakan inovasi-inovasi baru, sehingga Prototype Dream-A, karyanya yang pertama, mengalami banyak perubahan-perubahan yang membuat kualitas sepeda motornya semakin sempurna.
"Jika kami bukan nomor satu di dunia, kami tidak akan menjadi nomor satu di Jepang." Itu adalah cara berpikir Honda yang didukung oleh Fujisawa dan Kiyoshi Kawashima yang menjadi timnya. Perubahan setahap demi setahap pada rancangannya menghasilkan Prototype D yang mengarah pada kesempurnaan sepeda motor rancangannya meskipun untuk menghasilkan "sebuah sepeda motor yang mudah untuk dikendarai siapapun" masih jauh dari sukses untuk diwujudkan. Menurut sejarah tujuh tahun Honda, dari periode 1949 sampai pertengahan awal 1950 adalah suatu awal yang amat sulit. Ekonomi memasuki keadaan suram, pasaran untuk sepeda motor dikontrakkan, inventaris bertambah dan modal bekerja menyusut. Pembayaran kepada para suplier menunggak dan Honda harus membayar para pegawainya dengan mengangsur.
Pada Juni 1952, Honda melakukan peningkatan modal yang kedua menjadi ¥6 juta dan Fujisawa menjadi direktur manajer senior. Pada Oktober di tahun yang sama, perusahaan memutuskan untuk investasi program sebesar ¥450 juta dengan peralatan mesin impor paling mutakhir. Disamping mencintai dunia mesin, Soichiro juga tergila-gila di dunia balap. Dari arena balap, ia mendapatkan masukan berharga bagi pengembangan produknya. Ia meluncurkan program Piala Turis yang akhirnya membuat namanya dikenal sebagai pembuat motor Internasional. Setelah lima tahun menjalaninya, pada tahun 1959 Honda berlomba di Isle of Man, dan dua tahun kemudian menjadi pembicaraan di kalangan Internasional. Bahkan ketika baru memasuki dunia pembuatan mobil pada tahun 1962, hanya 2 tahun sesudahnya ia langsung merealisasikan idamannya terjun di arena Formula 1.Pengagum Napoleon Bonaparte ini dikenal sebagai antinepotisme. Ia tidak suka menempatkan keluarganya di posisi penting begitu saja. Ketika ia pensiun pada tahun 1973, ia menyerahkan pimpinannya dapa Kiyoshi Kawashima. Soichiro Honda meninggal pada tahun 1991 di usia 84 tahun akibat penyakit liver. Meninggalkan istrinya, Saachi dan seorang anak laki-laki serta dua anak perempuan.

Demikian teman-teman, kisah "Pria Di Balik Legenda Soichiro Honda." Seorang "pemimpi besar" yang tidak hanya sekedar "bermimpi" belaka, tetapi MEWUJUDKANNYA dengan tak kenal lelah menghadapi setiap hambatan dan resiko yang dihadapinya. Semoga kisah ini dapat menjadi "Inspirasi Sukses" Anda dalam mewujudkan segala IMPIAN dan MIMPI Anda semua.
-Salam Entrepreneur-

















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!