
Siapa bilang belajar hanya milik mereka yang bersekolah? Ada banyak hal yang bisa kita pelajari, hanya dengan menjadi
"peka" terhadap
lingkungan sekitar.
Kami jarang menyaksikan televisi. Namun suatu kali, kami sempat menyaksikan acara
Oprah Winfrey Show yang menampilkan bintang tamu anak laki-laki berusia 10 tahun yang mendetita penyakit unik dan sulit disembuhkan. Sebelumnya, dokter memprediksi bocah tersebut hanya akan mampu bertahan hidup hingga usianya 3 tahun saja. Bertahan hidup dengan selang oksigen tertanam di tenggorokan, menggantungkan seumur hidupnya pada kursi roda, bocah ini tetap tersenyum sekalipun ia kepayahan untuk berkata-kata.
Semangat hidupnya, mengajarkan kami untuk menghargai kehidupan dan mensyukuri kesehatan sempurna yang telah TUHAN berikan pada kami.
Dulu, kami pernah begitu kagum pada seseorang dengan gelar akademis mengantri panjang di belakang namanya. Namun, kemudian kami kecewa, karena begitu keras usahanya dalam mengumpulkan ilmu ternyata ia tak pandai bersosialisasi. Jangankan untuk mengingat nama tetangganya, berapa jumlah cucu yang dimiliki saja beliau tidak tahu! Bodahnya kami. Pada akhirnya kami harus mengakui
tak ada manusia yang mampu mengetahui semua hal dan menguasai semua bidang ilmu.
Dan setelah menyaksikan tayangan
talkshow tadi, kami menyadari
ada bayak hal yang tidak didapat hanya dengan duduk di bangku sekolah. Si bocah kecil secara tidak langsung telah menjadi guru kami. Dan masih ada banyak hal kecil yang sering luput dari perhatian namun dapat kita pelajari sehingga menjadi berarti bagi kita dalam menjalani hidup. Kami pun tersadar bahwa
semua elemen dalam alam semesta ini adalah guru bagi kita yang memerhatikannya.
Belajar, tidak harus
di sekolah dan tidak semata demi mencari setitik ilmu. Belajar, tidak mululu hanya kepada guru atau suhu.
Seorang pengemis dipinggir jalan, adalah guru yang mengajarkan kita untuk senantiasa mensyukuri apa yang tengah kita miliki.
Pengendara motor yang melaju lambat dan menghalangi kendaraan di belakangnya, adalah guru yang tengah memberi pelajaran untuk
bersabar. Bahkan
celoteh polos seorang balita pun mampu mengajarkan berapa sulitnya berkata jujur apa adanya.
Ada hal-hal yang hanya bisa dipelajari hanya dengan menjalani hidup.
Belajar kepada alam semesta dan berusaha untuk "lebih peka" terhadap lingkungan. Belajar, tidak hanya dari yang tersurat tapi juga dari yang tersirat dibaliknya. Siapapun, apapun, dapat menjadi Inspirasi bagi kita. Tidak hanya untuk menambah ilmu, tetapi juga menjadi manusia yang lebih baik.
Ok, mari kita belajar bersama-sama pada alam semesta ini.
-Salam Entrepreneur-
It is not hard to learn more. What is hard is to unlearn when you discover yourself wrong.
Bukan perkara yang sulit untuk belajar lebih banyak. Yang sulit adalah, mengkaji ualng ketika kita mengetahui bahwa kita salah.
Martin H. Fischer
, Ahli Fisika (1879-1962)
0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!