Satu hal yang bisa membuat sebuah kondisi menjadi sangat luar biasa. Baik kondisi itu menjadi luar biasa baik ataupun kerusakan yang luar biasa. Hal itu adalah CINTA. Kalau kita kehilangan cinta, kita bisa berlaku menjadi sangat kejam, sangat tidak peduli, sangat jahat dan banyak hal buruk lainnya. Tetapi jikalau kita memiliki cinta dalam diri kita, maka akan ada kemurahan hati, kesabaran, kelemah lembutan, rela berkorban/rela menderita, dan keperdulian.Ada 2 macam cinta yang ada, CINTA SEJATI dan CINTA EGOIS
CINTA SEJATI selalu memberi, memahami, dan mengerti. Cinta sejati memiliki ciri-ciri hal-hal yang positif. Cinta sejati memilih dia yang akan "membayar harganya" dibanding orang yang dicintai yang harus "membayar harganya." Cinta sejati seringkali terlihat pada sepasang muda mudi yang sedang memadu kasih, yang mana satu sama yang lain rela untuk mengalah, rela untuk berkorban, penuh perhatian, penuh dengan kasih, penuh dengan sayang. Bahkan sebagai laki-laki yang biasanya memiliki ego yang tinggi tidak akan segan-segan untuk MEMOHON agar CINTANYA DITERIMA, yang seringkali digambarkan dengan memberikan setangkai bunga dengan berlutut.
CINTA EGOIS seringkali menuntut, minta dipahami, dan tidak mau tahu. Cinta egois memiliki ciri-ciri hal-hal yang negatif. Cinta egois memilih orang yang dicintai yang harus "membayar harganya", bukan dirinya yang harus "membayar harganya."
Harga Yang Harus Dibayar antara Cinta Sejati dan Cinta Egois berbeda.
Cinta Egois dimana yang "membayar harganya" adalah orang yang dia cintai, orang yang dicintai akan "membayar harganya" dengan:
- Kesedihan
- Kesengsaraan
- Kepedihan
- Ketakutan
- Kepahitan
- Kemiskinan
- Kehancuran
- Kesuraman
- Dan hal-hal menyedihkan lainnya
- Kerja Keras
- Keberanian
- Ketekunan
- Keuletan
- Kesabaran
- Kerendahan Hati
- Ketegaran
- Kebijaksanaan
- Dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk bisa membuat orang yang dicintai BAHAGIA HIDUPNYA
Ada Sebuah Keluarga, dimana keluarga ini hidup dalam kondisi yang pas-pasan. Sebagai seorang kepala keluarga, sebut saja namanya Juli (sebuah nama fiktif dan kami mohon maaf jika ada kesamaan nama dengan para pembaca artikel ini) bekerja sebagai karyawan. Juli pagi berangkat mengantar anaknya ke sekolah dan langsung pergi ke kantornya, sedangkan sang istri di rumah membuat kue untuk dijual. Meskipun sang istri sudah berusaha untuk membantu mencari nafkah, tetapi tetap saja kebutuhan keluarga dalam sebulan dalam kondisi yang tidak ada kelebihan yang banyak. Melihat kondisi seperti itu Juli tidak memiliki inisiatif untuk mendapatkan pendapatan tambahan yang mana pendapatan tambahan itu bisa ditabungnya untuk keperluan berjaga-jaga. Memang sudah seringkali Juli mendengar tentang betapa PENTINGNYA untuk BERJAGA-JAGA, bahkan dia juga pernah mendengar istilah GALILAH SUMURMU SEBELUM KAMU KEHAUSAN. Tetapi itu hanyalah mampir sejenak di dalam kepalanya untuk selanjutnya TERLUPAKAN atau DILUPAKAN.
Terkadang Juli juga menyadari bahwa dia tidak memiliki banyak tabungan untuk berjaga-jaga. Sehingga jika terjadi sesuatu yang membutuhkan biaya besar seperti ada yang sakit dan membutuhkan biaya berobat atau keperluan lain yang memerlukan biaya besar maka Juli tidak akan bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Beberapa kali ada niat dalam dirinya untuk berusaha mendapatkan pendapatan lebih, tetapi niat itu selalu kandas di tengah jalan dengan banyak alasan yang dia miliki, antara lain:
"Saya TIDAK TAHU apa yang harus saya perbuat untuk menambah penghasilan saya" (padahal sudah beberapa kali saudara maupun sahabatnya mengajak dia kerjasama menawarkan kesempatan untuk menambah penghasilan), tukasnya. Ada yang mengajak untuk memberikan kursus untuk anak-anak, ada yang mengajak untuk berdagang konfeksi memanfaatkan hari sabtu dan minggu, ada yang mengajak untuk membuka warung dan banyak lagi jenis wirausaha (entrepreneur) lainnya yang ditawarkan kepadanya. Banyak saudara maupun sahabatnya yang mengajaknya agar ia bisa memiliki peningkatan ekonomi di keluarganya. Tetapi Juli masih tetap berkutat dengan pertanyaan yang sama, APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN? "Saya sudah cukup capek setelah bekerja seharian, masa saya harus bekerja tambahan lagi di malam hari. Saya tidak punya waktu," katanya. Ternyata Juli menggunakan waktu sore hari sampai menjelang tengah malam untuk ngobrol dengan tetangga sambil main catur atau kerambol, kemudian nonton TV. "Sabtu dan Minggu kan hari libur untuk istirahat, masa saya harus bekerja?? istirahatlaaaah...," ujarnya. Kenyataannya ia malah menggunakan waktunya untuk memancing, bermalas-malasan di rumah.
"ITU BUKAN BIDANG SAYA," itu jawaban yang Juli berikan. PADAHAL, jika mau belajar Juli akan bisa mengerjakan pekerjaan/bisnis itu. BELAJAR itu bukan hal yang mudah bagi mereka yang tidak mau BERKEMBANG. Tidak sedikit orang yang menganggap BELAJAR itu sebagai sebuah pengorbanan besar dari dirinya. Apalagi jika orang tersebut sudah menganggap dirinya sudah PANDAI, TAHU SEGALANYA, YANG PALING BENAR. Pernah Juli mencoba menjalankan bisnis Internet Marketing, tetapi itu hanya bertahan sebentar karena dia tidak kuat menerima "OMONGAN ORANG", seperti:
- mana bisa kaya dari internet, itu kan hanya dunia maya!
- awas kena tipu
- kamu terlalu suka berkhayal, mengharapkan pada apa yang belum pasti keberadaannya
- Terlalu lama untuk sukses di bisnis internet marketing
- itu hanya bisnis yang menguntungkan orang di atasnya
- pandangan mata beberapa orang yang menghina saar dia bertemu dengan orang tersebut
- perkataan pedas yang dia terima
- karena beberapa kegagalan singkat yang Juli alami
- dan HAL-HAL yang menurut dia MEMBUAT HARGA DIRINYA JATUH, maka ia tidak lagi meneruskan bisnis internet marketingnya
Teman-teman Cafe Entrepreneur Indonesia yang budiman, kami yakin kami dan Anda ingin memiliki CINTA SEJATI, dimana kita SIAP untuk "membayar harganya". KITA YANG MEMBAYAR HARGANYA, sebagai contoh jika kita memilih bisnis internet marketing sebagai mata pencaharian kita, baik sebagai mata pencaharian utama ataupun saat ini masih sebagai mata pencaharian tambahan yang mana hasilnya kita gunakan untuk memperbaiki kehidupan ekonomi kita, maka kita akan rela melakukan hal-hal berikut:
- Kita sudah capek seharian bekerja (bagi Anda yang masih menjalankan bisnis internet marketing secara paruh waktu), namun kita akan rela untuk LEBIH LELAH lagi dengan menjalankan bisnis internet marketing pada sore hingga malam harinya walaupun harus begadang semalaman.
- Kita akan rela untuk BELAJAR, sebab kita tahu jika kita mau belajar akan mempermudah keberhasilan seseorang. Meskipun belajar bukanlah hal yang menyenangkan bagi kita, tetapi demi untuk mengangkat ekonomi keluarga.
- Kita tidak peduli dengan "OMONGAN ORANG LAIN" yang menyakiti hati kita. Yang penting apa yang kita lakukan adalah HALAL dan itu semua untuk orang-orang yang kita cintai. Kita tidak terjebak dengan JATUHNYA HARGA DIRI YANG PALSU atau tidak sebenarnya.
- Kita rela untuk MENUNDA KESENANGAN kita (hobi memancing, nonton TV, dll). Apalagi kita tidak menghilangkannya, kita hanya menunda sementara.
- Kita bisa mengatur waktu kita untuk keluarga/teman di hari sabtu dan minggu, tetapi kita bisa juga MENYISIHKAN beberapa jam yang bisa kita gunakan untuk bekerja, guna menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kita.
INTINYA... KITA RELA BERKORBAN BAGI ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI. Karena tanpa disadari banyak orang yang lebih mencintai dirinya sendiri dengan "mengasihani dirinya." Dengan mengutamakan apa yang dia senangi, apa yang dia ingin lakukan tanpa memikirkan orang lain bahkan orang yang dia cintai sekalipun.
Mari kita memiliki "CINTA SEJATI" yang LEMAH LEMBUT, SABAR, MURAH HATI, RELA BERKORBAN / RELA MENDERITA, CINTa YANG MEMBERI, MEMAHAMI, serta MENGERTI.
Semoga artikel kami kali ini dapat memberikan sebuah perenungan kepada Anda semua tentang apa yang terjadi dengan diri Anda dalam setiap aktifitas Anda, dapat memberikan sebuah inspirasi dalam perjalanan KESUKSESAN Anda semua.
-Salam Entrepreneur-

















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!