Hampir tiap pagi saya selalu membaca surat kabar Jawa Pos, lantas saya selalu mencari-cari halaman yang selalu membicarakan mengenai dunia entrepreneurship. Kali ini saya beruntung dapat membaca artikel mengenai inspirasi ciputra mengingat memang biasanya artikel inspirasi ciputra ini hanya ada 1 kali dalam seminggu. Dan saya juga ingin teman-teman entrepreneur di Indonesia mengetahui kabar-kabar terbaru mengenai entrepreneurship di Indonesia. Cukup menarik judul artikel tersebut, yakni "Dicari, lulusan yang bisa membuat perusahaan". Spontan saja fokus saya langsung tertuju pada artikel itu. Ternyata pemerintah Indonesia saat ini benar-benar melakukan upaya untuk membangkitkan entrepreneurship di Indonesia. Kabar terbaru menyebutkan bahwa lembaga pendanaan asal Amerika Serikat, Kauffman Foundation telah menginvestasikan USD 1,5 M untuk membangkitkan entrepreneurship di Indonesia. Mereka menggandeng Universitas Ciputra Entrepreneurs Centre (UCEC) dan Depdiknas untuk dapat merealisasikan tujuan tersebut. Tentu kabar ini merupakan kabar gembira bagi para entrepreneur-entrepreneur di seluruh Indonesia, apalagi bagi para entrepreneur pemula yang baru memulai merintis karirnya. Merupakan kesempatan bagi para pemuda / mahasiswa untuk membuktikan bahwa nantinya setelah lulus ia akan bisa memiliki bisnis sendiri.Pernyataan tersebut semakin diperkuat dengan akan dibangunnya entrepreneurs center di setiap kampus. Namun pertanyaannya sekarang adalah apakah setiap kampus di Indonesia sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut? Percuma jika selama ini yang menjadi bahan "pelaksanaannya" selalu berpusat di Jakarta. Saya ingin di kampus saya saat ini juga melakukan hal yang demikian, memiliki entrepreneurs center sendiri. Entah apa karena hal tersebut juga memerlukan biaya tapi kan yang jelas kita sudah mendapatkan investasi sebesasr USD 1,5 M tersebut untuk dapat mewujudkan tujuan yang telah dibuat. Namun kita patut menatap masa depan yang lebih cerah, mengingat sampai saat ini baik UCEC maupun Dikti Depdiknas sudah melakukan training tahap pertama terhadap 83 perguruan tinggi negeri di Indonesia. Cara yang dilakukan pertama kali adalah mengubah mindset dan menindaklanjuti kerja sama dengan Kauffman Foundation (Lembaga pendanaan asal Amerika Serikat) dengan mengirim 20 dosen mengikuti training di Amerika selama 6 bulan. Semoga saja diantara 20 dosen yang akan diberangkatkan ke Amerika itu salah satunya adalah dosen dari kampus kita :-)
Sekali lagi saya sangat mendukung pihak pemerintah dalam membangun entrepreneurship di Indonesia. Terlebih dengan membangun entrepreneurship center di setiap kampus yang ada di Indoneisa. Karena apa? karena menjadi lulusan sarjana bukanlah jaminan kita untuk mendapatkan pekerjaan. Sebelum lulus hendaknya kita mempunyai bekal-bekal pengetahuan dasar seputar entrepreneur. Bahwasannya penting bagi para calon lulusan perguruan tinggi/swasta memiliki ilmu ini, toh bagaimanapun juga tergantung pada masing-masing individu apakah akan menerapkannya atau tidak. Lihat saja kenyataan yang terjadi pada lulusan sarjana kita ini, banyak para lulusan sarjana ataupun diploma seperti saya ini yang setelah lulus tidak langsung mendapatkan pekerjaan. Dan itu sudah berlangsung lama bahkan setiap tahun jumlah sarjana yang pengangguran semakin meningkat. Toh walaupun mereka sudah mendapatkan pekerjaan, kebanyakan dari pekerjaan yang mereka dapat adalah sesuatu pekerjaan yang sebenarnya bukanlah kegemarannya. Hmmm... begitulah kenyataannya, bahwa semuanya membutuhkan pekerjaan, semuanya membutuhkan uang. Oleh karenanya sifat entrepreneur harus segera ditumbuhkan dalam diri kita masing-masing. Bukankah merupakan kebanggaan tersendiri jika kita dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain?? Of course, itu semua tergantung pada seberapa besar keinginan diri kita pribadi untuk mau belajar dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadikan diri kita pribadi yang berjiwa seorang entrepreneur.

















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!