KATA-KATA BIJAK MOTIVASI: Baikkan hati, besarkan impian, dan sederhanakan tindakan adalah kunci sebuah keberhasilan - KETERAMPILAN menentukan TUJUAN dan MENETAPKAN CITA-CITA adalah langkah awal bagi orang-orang yang akan SUKSES dalam hidupnya - Tanpa CITA-CITA kita tidak akan memulai sesuatupun, tanpa TINDAKAN kita tidak akan menyelesaikan sedikitpun, tanpa PERJUANGAN kita tidak akan memenangkan apapun - JIka Anda menolong cukup banyak orang untuk mencapai apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka, Anda akan memperoleh apapun yang Anda inginkan - Semua tantangan ada untuk kebaikan kita, mereka memperlengkapi, mengembangkan kepribadian dan membuat kita lebih kuat dan bijaksana - Tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana melempar bola, berenang di air yang dalam, bersepeda atau apa saja sebelum mereka MENCOBA, MEMBUAT KESALAHAN dan MENCOBA LAGI - Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada kerendahan hati & keikhlasan bekerjasama meskipun dengan orang yang kelihatan tidak lebih baik dari kita - Biasanya PEMENANG SEJATI selalu tumbang di TENGAH pertandingan, tetapi biasanya tidak ada PENAKLUK yang sanggup menghentikan pemenang sejati sampai akhir pertandingan, YES! - Orang Sukses ternyata sempat berpikir untuk berhenti, tetapi mereka tetap berjalan terus dan sekarang Sukses, Seandainya pemikiran itu ada pada diri Anda, Selamat Anda mendekati orang-orang Sukses di luar sana - Salah satu RAHASIA SUKSES adalah menjadi seperti bebek, mulus dan tenang di permukaannya, namun tetap mendayung penuh semangat di bawah permukaannya - Orang gagal berpikir halangan & hambatan yang ada adalah penghalang keberhasilan mereka, tetapi bagi orang berhasil, semua itu dapa menambah pengetahuan & kedewasaan mereka - KESUKSESAN tidak akan tercapai kecuali Anda mau mengambil RESIKO, meneruskan PERJUANGAN, bersedia GAGAL & berjuang kembali, FIGHT!!! - Setiap orang diciptakan unik, Kenali diri, banggalah dengan potensi yang kita miliki, jangan iri dengan keberhasilan orang lain, tingkatkan semangat & YAKIN bahwa Keberhasilan juga BISA diraih dengan Berusaha & Berdo'a - Hidup itu ibarat sebuah peperangan, tergantung pada Anda apakah menghendaki kemenangan/kekalahan, Tentukan strategi & pebuhi diri dengan semangat - Gagasan itu ENERGI, Anda bisa mewujudkan Impian Anda dengan gagasan atau justru menghancurkannya, Miliki gagasan yang positif & membangun diri - IMPIAN, HARAPAN & CITA-CITA membutuhkan Usaha Nyata bukan angan-angan belaka, Tetap lakukan yang terbaik buat orang-orang yang Anda cintai - Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita agar kita tidak selalu melihat kebelakang, tetapi untuk memandang segala sesuatu, pandanglah masa depa kita - Semangat manusia tidak akan pernah berakhir ketika dikalahkan, Semangat tersebut berakhir ketika manusia itu menyerah - Kegagalan & Kesuksesan hanyalah sebuah pilihan dan hanya kitalah yang yang berhak menentukan apa yang terbaik bagi kita - Kelak engkau akan menyesal mengapa tidak mengerjakan apa yang engkau idamkan sejak lama, Karena itu mulai sekarang keluarlah segera dari ruang persembunyianmu, Berlayarlah, Taklukkan angin ribut dalam pelayaran hidupmu, Cari, Impikan & Temukan - KESUKSESAN terjadi ketika Anda Mengatakan BISA, KEGAGALAN terjadi ketika Anda mengatakan Anda tidak bisa, Selamat Berjuang

Minggu, 21 Maret 2010

True Story: Jangan Pernah Menyerah

Pada usia 23 tahun, kehidupan Chad baru saja dimulai. Ia tampan dan popular dan menjadi pelari jarak jauh dan jagoan gulat di sekolah, dan masih dikejar-kejar oleh berbagai jenis wanita muda. Orang-orang yang bertemu dengan Chad akan langsung menyukainya. Ia mempunyai senyum yang lebar dan gampang menjalar, ceria karena humor yang sehat dan ia juga merupakan orang yang selalu mendahulukan sesuatu untuk membantu teman.

Chad telah membeli sebuah sepeda motor untuk transportasi ke dua tempat kerjanya. Dengan menjalani dua macam pekerjaan akan membantunya menabung agar bisa mendapatkan apartemen yang lebih baik dan mungkin sebuah mobil dan beberapa perabot tumah. Tetapi pada suatu malam di tengah perjalanan menuju tempat kerja nomor dua, seorang pengemudi yang sedang mabuk, yang tidak mempunyai asuransi, menyenggolnya, menjungkir balikkan motornya, dan meremukkan salah satu kaki Chad. Sekarang, pada usia 23 tahun, hidupnya seakan sudah menjelang akhir.

Selama tujuh bulan yang amat menyakitkan. Chad tebaring di rumah sakit, menatap pen-pen logam yang menembus kakinya di beberapa titik dan menjaga agar kaki itu tetap utuh. Potongan-potongan tulangnya tertinggal di jalan, dan Chad menjalani operasi demi operasi dalam usaha sia-sia untuk mempertahankan kakinya dari amputasi. Teman-temannya mengorganisir sumbangan darah untuk operasi-operasi Chad, dan para pengawasnya di tempat kerja tetap membiarkan pekerjaan itu terbuka baginya kalau-kalau ia nanti bisa kembali bekerja.

Ketika dokter-dokter mengumumkan bahwa kaku harus diamputasi, Chad tenggelam dalam keputus-asaan yang getir. Bagaimana ia akan berfungsi dengan satu kaki? Apakah ia akan dijauhi semua teman-temannya dan mungkinkah ia menikah dan berkeluarga seperti yang dulu ia impikan? Dan bagaimana ia akan bisa menemukan jalan untuk membayar rekening-rekening rumah sakit yang sekarang sudah selangit dan sudah bisa dipakai untuk membeli rumah baru dengan 3 kamar tidur? Tidak satupun yang kami lakukan mampu membuat Chad gembira atau meredakan tekanan batinnya, sementara kami menunggu infeksi tulangnya sembuah sebelum kaki itu diamputasi. Tidak baik menjalani operasi itu jika Chad tetap tidak peduli apakah ia akan berhasil mengatasinya.

Pada suatu malam, Aku membawa suami teman kerjaku - Gene, ke kamar Chad di rumah sakit. Gene langsung ngobrol dengan Chad, bercanda dan menyatakan bahwa Chad "tinggal selangkah lagi untuk SUKSES." Chad uring-uringan, "Tega-teganya kau masuk ke kamarku dan bicara seperti itu padahal sebentar lagi mereka akan memotong kakiku!" Gene hanya mengangkat bahunya. Kemudian ia membungkuk, melepaskan "kaki"-nya dan melemparkan kaki palsu itu ke atas tempat tidur Chad. Aku pergi untuk membiarkan mereka sendirian. Ketika Aku kembali satu jam kemudian, Gene sudah tidak kelihatan dan mata Chad hijau bersinar-sinar.

"Wah kau harus mendengar cerita ini!" kata Chad. "Pada suatu malam Gene berhenti di pinggir jalan untuk mengganti bannya yang gembos. Ia sedang membuka bagasi mobil untuk mengganti ban serep ketika seorang pengemudi mabuk yang melaju dengan kecepatan 65 mil per jam meluncur ke arahnya dan menghajar bagian belakang mobil Gene. Gene melompat setinggi mungkin pada detik terakhir, tetapi salah satun kakinya putus seketika persis di bagian lutut dan kaki yang lain juga remuk sampai ia nyaris kehilangan satu kaki itu juga. Si pengemudi mabuk itu tidak punya asuransi, padahal Gene harus menghidupi satu istri dan tiga anak. Semula Aku tidak mengira masalahku tidak terkira beratnya! Gene mengelola arena olah raga San Diego dan akan memberiku tiket kursi terdepan untuk menonton band favoritku begitu Aku sembuh dari pembedahan ini dan belajar berjalan dengan kaki palsu." Kedua matanya kemudian meredup. "Gene mengatakan orang-orang yang memberi pada orang lain selalu mendapatkan jauh lebih banyak dari yang mereka berikan. Ia bilang jangan mengkhawatirkan masa depanku. Semuanya akan beres. Katanya terpenting adalah TIDAK PERNAH MENYERAH."

Empat bulan kemudian, Chad kembali bekerja. Ia sadar diri tentang kepincangannya, rasa capek yang dirasakannya setiap akhir kerja, dan kaki palsunya yang tidak henti-hentinya mengakibatkan lecet-lecet pada potongan kakinya yang masih lunak. Tapi ia mengingat kata-kata Gene. Ia belajar mengendarai sepeda dengan kaki palsunya, menunggang kuda tanpa pelana untuk pertama kali, melepaskan kaki palsunya dan berenang hanya dengan satu kaki di laut, dan pada malam hari ketika tidak ada orang yang melihat, ia berlatih lari pelan-pelan di lapangan sekolah menengah.

Sebulan setelah kembali bekerja, Chad mengerahkan keberaniannya untuk mengajak kencan seorang gadis yang baru saja diterima bekerja di situ. Ia heran ketika si gadis mau. Waktu itu ia belum tahu bahwa ia telah mengencani calon istrinya, yang kelak memberinya tiga anak. Jane tidak peduli, berapa banyak kaki yang Chad miliki. Ia hanya peduli seberapa besar hati yang dimili Chad.

Masalah terberat bagi Chad adalah memikirkan bagaimanan ia bisa kembali "berdiri di atas kakinya sendiri" secara finansial. Rekening-rekening rumah sakit baru bisa ia lunasi dalam waktu tiga puluh tahun. Ia tidak akan mampu membeli mobil atau rumah, tetapi ia TIDAK MAU MENYERAH. Ia teringat kata-kata Gene dan selalu berusaha membayarkan berapapun yang bisa ia sisihkan pada rumah sakit, dua kali sebulan.

Tak lama setelah bertemu dengan Jane, salah satu dokter Chad menelpon. Mereka sudah sering meminta Chad bergegas ke rumah sakit untuk menghibur dan mendukung korban kecelakaan yang tengah menghadapi amputasi. Betapapu lelah dan linunya Chad, jam berapapun ia dipanggil, siang atau malam, ua tidak akan pernah menolak, dan selalu mendahulukan untuk membantu orang yang membutuhkan seperti apa yang ia alami dulu. Tetapi panggilan kali ini berbeda.

"Chad", kata dokter itu membuka percakapan, "karena kau menjalani prosedur-prosedur eksperimental selama berbulan-bulan kami menyelamatkan kakimu, banyak orang yang tertarik pada kasusmu. Aku menelpon untuk memberitahukan bahwa seorang tak dikenal yang tidak mau menyebutkan namanya baru saja melunasi semua tagihan medismu."

Chad teringat kembali kata-kata Gene, dan ia benar...

Orang-orang yang memberi dengan ikhlas kepada orang lain akan mendapatkan jauh LEBIH BANYAK dari yang mereka berikan.


Diceritakan oleh Anita Grimm
Dikutip dari Buku "A 6th bowl of Chicken Soup for The Soul."

-Salam Entrepreneur-

0 comments:

Posting Komentar

Be Fight to The Young Entrepreneur!

 
Cafe Entrepreneur Indonesia, Entrepreneur, Netpreneur, Inspirasi Sukses