Setiap pekerjaan menuntut pelakunya benar-benar handal dibidangnya. Bahkan istilah totalitas kerja alias "jangan kerja setengah-setengah" sudah menjadi motto yang diterapkan untuk menjadi seorang profesional di bidang apapun yang dapat ditekuni, tak terkecuali bagi para entrepreneur / netpreneur itu sendiri. Memang untuk dapat mencapainya, diperlukan usaha keras dan komitmen yang kuat dari diri sendiri. Karena ukuran profesionalitas seseorang ditinjau dari berbagai hal, antara lain:
- Keterampilan atau keahlian yang dimiliki
- Hal-hal yang berhubungan dengan sifat seseorang
- Watak dan Kepribadian
Seorang Profesional layak disebut seorang profesional apabila ia tahu dan paham betul apa yang harus dikerjakannya. Tolak ukur sampai sejauh mana pengetahuan yang dimiliki bisa dilihat dari hasil yang dicapai. Dengan kata lain, seorang profesional tidak hanya pandai memainkan kata-kata teoritis, tetapi harus mampu mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Untuk menilainya, bisa ditinjau dari tiga hal pokok:
- Bagaimana ia bekerja
- Bagaimana ia mengatasi persoalan
- Bagaimana menguasai hasil kerjanya
MEMPUNYAI LOYALITAS KERJA
Dalam melakukan pekerjaannya, ia bekerja secara total. Artinya, apapun yang ia lakukan didasari rasa cinta. Seorang profesional sejati memiliki prinsip bahwa apapun yang dikerjakannya bukanlah suatu beban, tetapi merupakan panggilan hidup.
Loyalitas bagi seorang profesional akan memberikan daya dan kekuatan untuk berkembang dan selalu mencari hal-hal yang terbaik untuk pekerjaannya. Didasari sikap loyalitas pula, seorang profesional akan selalu berpikir proaktif, yaitu selalu melakukan usaha antisipasi agar hal-hal yang fatal tidak terjadi.
MEMPUNYAI INTEGRITAS
Nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan menjadi prinsip dasar bagi seorang profesional. Karena dengan integritas yang tinggi, seorang profesional akan mampu membentuk kehidupan moral lebih baik. Maka, tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa seorang profesional tak cukup hanya sekedar cerdas dan pintar, tetapi juga sisi mental. Segi mental seorang profesional ini juga akan sekaligus menentukan kualitas hidupnya. Alangkah lucunya, jika seorang mengaku profesional, tetapi dalam kenyataannya menjadi manipulator (melakukan manipulasi tidak hanya dari sisi materi, tetapi juga dari sisi yang lain).
Integritas yang dimiliki akan senantiasa menyadarkannya bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan, hati nurani tetap harus menjadi dasar dan arah untuk meraih tujuannya. Tanpa integritas tinggi, seorang profesional hanya akan terombang-ambing oleh perubahan situasi dan kondisi yang setiap saat bisa terjadi. Di sinilah integritas seorang profesional diuji, sejauh mana ia tetap mempunyai prinsip untuk dapat bertahan dalam situasi yang tidak menentu.
MAMPU BEKERJA SECARA TIM
Seorang profesional tetaplah manusia biasa, dengan keterbatasan dan kelemahan. Ia tidak mungkin mengandalkan kekuatannya sendiri, dan di sinilah seorang profesional dituntut kemampuannya untuk bisa bekerja sama dengan berbagai pihak. Seorang profesional akan membuka dirinya lebar-lebar untuk mau menerima siapa saja yang ingin bekerja sama, dan tidak mengherankan jika disebut bahwa seorang profesional siap memberikan dirinya bagi siapapun tanpa pandang bulu.
MEMILIKI VISI
Seorang profesional harus mempunyai vivi atau pandangan yang jelas akan masa depan. Dengan adanya visi, maka ia akan memiliki dasar dan landasan yang kuat untuk mengarahkan pikiran, sikap dan prilakunya. Dan sebuah visi akan membuat seorang profesioanal memiliki tanggung jawab yang besar, karena apa yang sudah dilakukannya sudah dipikirkan masak-masak dan sudah mempertimbangkan segala resiko yang akan diterimanya. Tanpa adanya visi yang jelas, seorang profesional ibarat "macan ompong" dimana kelihatan tegar secara fisik, tetapi sebenarnya ia tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk melakukan sesuatu.
Visi yang jelas, menjadi pemacu dan pemicu untuk menghasilkan prestasi yang maksimal, sekaligus ukuran yang jelas mengenai keberhasilan yang ia capai. Apabila gagal, tidak akan mencari kambing hitam, tetapi secara dewasa mengambil alih sebagai tanggung jawab pribadi dan profesi.
KOMITMEN KUAT
Komitmen tinggi harus dimiliki untuk tetap menjaga profesionalitas. Artinya, seorang profesional tidak akan begitu mudah tergoda oleh bujuk rayu yang akan menghancurkan nila-nilai profesi. Dengan komitmen yang dimilikinya, ia akan tetap memegang teguh nilai-nilai profesionalisme yang ia yakini kebenarannya.
MEMILIKI KEBANGGAAN
Profesional tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya jabatan atau jenis profesi, tetapi dari kebanggaan yang dimiliki oleh yang bersangkutan, apapun profesinya. Karena dari kebanggaan itu, seorang profesional benar-benar memberikan penghargaan dan rasa cinta terhadap pekerjaannya.
Kecintaannya terhadap profesi, akan menggerakkan seorang profesional untuk selalu mencari hal-hal lebih baik, dan senantiasa memberikan kontribusi yang besar terhadap apa yang dilakukannya.
MAMPU MEMOTIVASI
Dalam situasi dan kondisi apapun, seorang profesional tetap harus bersemangat dalam melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Artinya, seburuk apapun kondisi dan situasinya, ia harus bisa memotivasi dirinya sendiri, dan juga orang-orang yang tergabung dalam tim kerjanya untuk tetap dapat mewujudkan hasil yang maksimal.
Dengan memiliki motivasi, seorang profesional akan tangguh dan mantap dalam menghadapi segala kesulitan, tidak mudah menyerah kalah dan selalu menghadapi setiap persoalan dengan optimis. Motivasi juga membantu seorang profesional mempunyai harapan terhadap setiap waktu yang dilalui, sehingga dalam dirinya tidak ada ketakutan dan keraguan untuk melangkahkan kakinya.
-Salam Entrepreneur-

















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!