Selamat pagi teman-teman penggemar Cafe Entrepreneur Indonesia. Judul artikel ini mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi bagi mereka para entrepreneur sukses yang telah banyak melewati berbagai hal dalam perjalanan karir bisnisnya. Sebuah kata "Gagal". Gagal yang bagaimana? gagal total atau gagal setengah? Kami rasa tidak ada tuh yang namanya gagal setengah, kalau gagal total mungkin masih bisa kami terima :). Namun, kali ini Cafe Entrepreneur Indonesia tidak akan terlalu berbicara mengenai kedua hal tersebut. Kami mencoba memberikan sebuah inspirasi dibalik kegagalan itu sendiri untuk perjalanan kesuksesan Anda.
Bagi para Entrepreneur maupun Netpreneur sukses, kegagalan justru menjadikan mereka lebih kuat dan akhirnya meraih kesuksesan itu. Mereka tidak mengenal kata-kata kegagalan, mereka justru lebih senang menyebutnya sebagai sebuah kesuksesan yang tertunda. Jika sekarang mereka gagal, maka peluang merekapun semakin terbuka untuk sukses. Meskipun hanya sedikit orang yang memiliku pemikiran seperti itu, kami menganggap bahwasannya mereka-mereka yang lainnya jugapun sebenarnya memiliki pemikiran yang serupa. Yang membedakan diantara keduanya hanyalah kemauan dari diri masing-masing untuk mau bangkit dan memulainya dari awal kembali. Memang tidaklah mudah untuk mengerjakan sesuatunya dari awal lagi. Sudah begitu banyak orang yang stress hingga bunuh diri dikarenakan mengalami kebangkrutan pada perusahaannya. Hanyalah beberapa orang tertentu yang mau dan berani bangkit untuk memulai membangun kembali bisnisnya dari kebangkrutan. Kita lihat seperti apa yang terjadi pada Jesse Livermore (raja saham "The Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri. Tapi coba jika kita melihat pada sosok Robert T. Kiyosaki, beliau adalah seorang investor, penulis dan juga pendidik yang selalu termotivasi dari kesalahan dan kegagalan yang telah dilakukan sebelumnya. Anda mungkin sudah mengetahui banyak cerita tentang Robert, ketekunan dan pemikiran "di luar nalar-lah" yang kami kagumi dari kiprah beliau.
Mungkin kita juga sempat bertanya-tanya dalam diri kita masing-masing, untuk apa kita mengulangi kegagalan yang telah kita perbuat? Kenapa kita tidak melakukan hal lainnya saja? Thomas Alva Edison berkata, "Saya bukannya gagal, tetapi menemukan ribuan cara yang salah, sehingga tidak perlu mengulanginya lagi. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal". Ditambah lagi dengan perkataan yang sering diucapkan oleh Ayah kaya Robert, "Kita belajar paling banyak tentang diri kita gagal... jadi, jangan takut gagal. Gagal adalah bagian dari proses menjadi sukses. Kau tidak bisa sukses tanpa mengalami kegagalan. Jadi, orang yang tidak berhasil adalah orang yang tak pernah gagal". Jadi untuk apa kita takut untuk mengulangi kesalahan yang telah kita perbuat sebelumnya? Jika Anda benar-benar serius terhadap sebuah usaha atau bisnis yang Anda geluti, jika disuatu saat bisnis Anda tersebut bangkrut / gagal, apa yang akan lakukan? Mengulanginya kembali dari awal, atau mencari bisnis lain yang berbeda? Kami rasa perkataan Thomas dan Ayah kaya Robert sudah dapat menentukan apa yang sebaiknya Anda lakukan. Ingatlah, bahwasannya Kegagalan adalah sebuah Kesuksesan yang tertunda. Jika kita mau tetap fokus dan tekun melakukannya, maka kesuksesan tinggallah menunggu waktu.
Nikmati Kegagalan itu dan Salam Entrepreneur!!!


















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!