Selamat Pagi teman-teman, bagaimana kegiatan Anda hari ini? Semoga setiap aktivitas yang Anda lakukan dilalui dengan indah. Kali ini saya mendapatkan sebuah inspirasi untuk menulis artikel ini. Bukan sebuah inspirasi sih tapi hal yang menurut saya sangat tabu, suatu hal yang akan menjadikan Anda seorang pengusaha sukses :) Namun sebelum teman-teman melangkah lebih jauh untuk memutuskan menjadi seorang pengusaha, ada sebuah pertanyaan mendasar yang patut diajukan pada diri kita sendiri. Siapkah Anda menjadi seorang pengusaha?? Terkadang seseorang terlalu cepat mengambil keputusan untuk menjadi seorang pengusaha. Padahal sejatinya ia belum mengerti apa itu pengusaha dan apa konsekuensinya jika nantinya dijalankan. Seperti yang kita liat di sekeliling kita, banyak perbedaan-perbedaan antara seorang pegawai/karyawan dengan seorang pengusaha. Diantara kesekian banyak hal tersebut, kita dapat melihat pola pikir diantara mereka. Yaa... pola pikir mereka dalam menyikapi segala hal yang terjadi dalam perjalanan karir mereka. Seorang pegawai/karyawan memiliki pola pikir yang mengikuti aturan. Sebuah aturan yang menurut mereka benar dan pantang untuk dilanggar. Semisal seorang pegawai yang dituntut untuk "absen" tiap pagi, mengikuti apa yang diperintahkan bos mereka, dan yang luar biasa adalah mereka bekerja untuk mendapatkan kenaikan jabatan. Tentu sebuah analogi ini merupakan sebuah hal yang patut Anda cermati, patut ada kaji kembali, mengingat seorang karyawan/pegawai tentu akan "marah" jika melihat tulisanku tersebut :) Seorang karyawan memiliki keamanan finansial. Benar, "keamanan" finansial dan bukan "kebebasan" finansial. Mereka mendapatkan upah mereka setiap bulan, mereka mendapatkan jaminan sosial, tunjangan pensiun, tunjangan keamanan, asuransi jiwa dan hal lainnya. Namun tetap saja mereka seorang karyawan. Seorang yang bekerja untuk orang lain. Lantas apa yang salah dengan menjadi seorang karyawan??? Saya tidak mengatakan salah jika Anda ingin menjadii seorang karyawan, menjadi seorang karyawan sangatlah penting bagi perjalanan karir Anda. Karena dengan menjadi seorang pegawai/karyawan Anda akan dapat banyak belajar, mendapatkan pengetahuan baru yang sebelumnya belum Anda dapatkan, memiliki rekanan baru. Kesimpulannya bahwasannya saya ingin mengatakan bahwa seorang karyawan terikat dengan waktu, bekerja untuk menghasilkan uang dan selalu mengikuti aturan bos.
Sekarang kita mari kita lihat bagaimana pola pikir seorang pengusaha berjalan. Menurut saya bekal yang wajib dimiliki oleh seorang pengusaha adalah memiliki mental bagus dan keberanian atas segala resiko. Bukannya takut akan resiko, mereka malah melawannya hingga resiko tersebut menjadi mudah dilalui. Seorang pengusaha bukan saja hanya menyiapkan modal, mendirikan usaha, lalu menikmati hasilnya. Bukan begitu... Seorang pengusaha haruslah bisa mengatur waktu mereka. Selalu memperhatikan hal-hal kecil yang terkadang banyak orang tidak memperhatikan hal itu. Banyak hambatan dan resiko dalam berwirausaha/menjadi pengusaha. Benar, dan jika Anda takut akan hal itu maka segeralah mundur dan mencari pekerjaan. Hambatan itu datang untuk menguatkan kita, hambatan itu datang karena kita benar-benar melakukannya. Bayangkan jika bisnis yang Anda jalankan tidak menemui hambatan yang berarti, maka bisa dikatakan bisnis belum berjalan sebagaimana mestinya. Resiko merupakan bagian dari hambatan itu sendiri. Setiap keputusan yang kita ambil tentunya ada konsekuensinya sendiri. Entah itu hasilnya baik atau malah sebaliknya. Itulah yang harus Anda hadapi di awal merintis sebuah usaha. Bukannya bersembunyi dari setiap permasalahan, justru seorang pengusaha harus melawan masalah itu hingga ditemukan solusi permasalahan itu. Yang membuat orang ingin menjadi seorang pengusaha adalah "Kebebasan", Kebebasan Finansial dan Kebebasan Waktu. Bebas mendapatkan uang atas hasil usahanya, bebas melakukan aktivitasnya tanpa terikat jam kantor. Namun itu adalah hasil yang akan kita dapatkan jika kita benar-benar berusaha membangun bisnis yang kita jalankan. Berusaha menjadikan bisnis kita berbeda dengan kompetitor. Berusaha untuk menjadikan bisnis kita menjadi yang terbaik di dalam negeri maupun luar negeri. Butuh waktu dalam membentuk kepribadian kita menjadi seorang pribadi yang bermental pengusaha, bisa dikatakan juga bahwa menjadi seorang "Entrepreneur" sejati membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Lamanya waktu tergantung pada tindakan kalian, ingin cepat atau malah bersantai-santai. Maka tidak heran jika kita melihat seorang pengusaha yang bangkrut lantas mereka bangkit kembali dan mendirikan usaha baru dengan produk yang sama ataupun produk yang berbeda. Itulah yang dinamakan pengusaha sejati, entrepreneur sejati. Mereka tidak berpikir bahwa kegagalannya adalah sebuah "kehancuran" karir berbisnisnya. Mereka malah menjadikan kegagalannya tersebut menjadi sebuah kekuatan, sebuah motivasi untuk bangkit kembali. Coba kita bayangkan jika mereka termenung meratapi kegagalannya, maka yang terjadi mereka akan terus terkurung dalam kegagalannya sendiri, tidak mau bangkit kembali, lantas selalu menyalahkan dirinya dan orang-orang disekitarnya. Sungguh tidaklah mudah menjadi seorang pengusaha, banyak hambatan yang mesti kita sikapi dengan pola pikir yang positif. Dan yang perlu Anda ketahui dan Anda ingat adalah bahwasannya untuk menjadi seorang pengusaha harus berani "sengsara". Sengsara di awal namun di akhir perjuangannya, apa yang dinamakan Kebebasan Finansial itu pasti akan berhasil diraihnya.
Jadi, siapkah Anda menjadi seorang pengusaha??? Dengan segala konsekuensi yang harus Anda terima? Atau Anda lebih memilih untuk menjadi seorang pegawai/karyawan yang setiap hari harus bangun pagi, berangkat ke tempat kerja, pulang kerja dengan lesu dan mendapatkan upah di setiap awal/akhir bulan? Keputusan ada ditangan Anda, Anda sendirilah yang menentukan kemana arah tujuan Anda dan bukan orang lain. Dan selalu yakinlah pada setiap keputusan yang Anda ambil. Karena apapun yang kita lakukan dengan keyakinan tinggi, InsyaAllah semuanya akan berjalan sesuai dengan harapan kita. Tetap FOKUS terhadap hal yang kita lakukan, berusaha dan berdo'a-lah selalu untuk kesuksesan kita. Keep Fight to the Young Entrepreneur!!!

















0 comments:
Posting Komentar
Be Fight to The Young Entrepreneur!